mural
homeforward
Ketahui Biaya Impor Barang dari China dan Tips agar Lebih Murah

Ketahui Biaya Impor Barang dari China dan Tips agar Lebih Murah

Bisnis impor dari China sedang naik daun. Mulai dari produk fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga komponen elektronik, semuanya bisa dibeli dengan harga grosir yang jauh lebih murah dibanding di dalam negeri.

Tapi meskipun terlihat menguntungkan, banyak pelaku usaha yang baru mulai impor sering terkejut dengan total biaya yang muncul setelah barang tiba di pelabuhan.

Selain harga produk, masih ada ongkos kirim, pajak, asuransi, dan berbagai biaya tambahan lain yang perlu diperhitungkan. Jika tidak disiapkan dengan matang, margin keuntungan bisa langsung tergerus.

Supaya kamu bisa mengimpor dengan lebih cerdas dan efisien, mari bahas satu per satu komponen biaya impor dari China serta tips agar semuanya bisa lebih hemat.

Pahami Komponen Biaya Impor dari China 

Sebelum menghitung total modal, kamu harus tahu dulu komponen biaya apa saja yang biasanya muncul saat melakukan impor barang dari China ke Indonesia.

1. Harga Produk di Supplier

Ini adalah biaya utama dalam kegiatan impor. Harga barang biasanya tergantung pada jumlah pembelian (minimum order quantity), jenis bahan, dan tingkat kualitas.

Supplier di China sering memberikan potongan harga khusus untuk pembelian besar, jadi semakin banyak kamu membeli, semakin rendah harga satuannya.

Namun, pastikan kamu membandingkan beberapa supplier sebelum memutuskan agar harga yang kamu dapat benar-benar kompetitif tanpa mengorbankan kualitas.

2. Ongkos Kirim Internasional (Freight Cost)

Setelah harga barang, biaya terbesar berikutnya adalah ongkos pengiriman dari China ke Indonesia. Ada dua jalur utama yang bisa kamu pilih:

  • Jalur laut (sea freight): cocok untuk barang dalam jumlah besar, lebih murah, tapi waktu pengiriman bisa 20–40 hari.

     
  • Jalur udara (air freight): lebih cepat (3–7 hari), tapi biayanya bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding jalur laut.

Beberapa supplier besar biasanya punya kerja sama dengan ekspedisi internasional yang bisa memberikan tarif khusus. Jadi, jangan ragu untuk menanyakan pilihan pengiriman saat negosiasi.

Baca Juga: 8 Cara Mudah Menjadi Reseller Barang Impor untuk Pemula

3. Pajak dan Bea Masuk

Saat barang tiba di pelabuhan Indonesia, kamu wajib membayar bea masuk, pajak impor, dan PPN.
Besaran tarif pajak tergantung pada jenis produk dan nilai barang yang tercantum dalam invoice. Umumnya meliputi:

  • Bea masuk: 0–15%
  • Pajak PPN: 11%
  • PPh impor: 2,5% (jika punya NPWP) atau 7,5% (tanpa NPWP)

Kamu bisa mengecek tarif resmi di situs Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan HS Code produk.

4. Asuransi Pengiriman

Meski opsional, asuransi sangat disarankan untuk melindungi barang dari risiko rusak atau hilang selama pengiriman.

Biayanya relatif kecil, biasanya sekitar 0,3–0,5% dari nilai barang, tapi manfaatnya besar untuk keamanan transaksi.

Berbagai Kesalahan Umum Pelaku Impor Pemula

Banyak importir pemula yang kehilangan uang atau waktu karena kesalahan sederhana dalam proses impor. Mengetahui kesalahan umum ini bisa membantu kamu menghindari kerugian yang tidak perlu.

1. Tidak Memeriksa Legalitas Supplier

Salah satu kesalahan paling fatal adalah membeli dari supplier yang tidak jelas reputasinya. Banyak pelaku baru tergiur harga murah tanpa mengecek kredibilitas toko di platform seperti 1688Alibaba, atau DHgate.

Jadi, selalu periksa ulasan, riwayat transaksi, dan label Verified Supplier sebelum melakukan pembayaran.

2. Mengabaikan Detail Pajak dan Dokumen Impor

Sebagian orang hanya menghitung harga barang dan ongkir, padahal bea masuk dan PPN sering kali lebih besar dari yang diperkirakan.

Kurangnya dokumen seperti invoice, packing list, atau bill of lading juga bisa menyebabkan barang tertahan di bea cukai.

3. Salah Menghitung Volume Barang

Ongkir internasional biasanya dihitung berdasarkan volume weight (panjang x lebar x tinggi ÷ pembagi tertentu), bukan berat aktual.

Jika kamu tidak memperhitungkan ini, ongkos kirim bisa membengkak jauh di atas estimasi awal.

Baca Juga: 10 Tips agar UMKM Lebih Hemat Saat Bayar Supplier di Luar Negeri

Pilih Jalur Pengiriman yang Paling Hemat

Pemilihan jalur pengiriman menjadi faktor penting dalam efisiensi biaya impor.

Kapan Harus Gunakan Jalur Laut?

Jika kamu membeli dalam jumlah besar dan tidak terburu waktu, jalur laut adalah pilihan terbaik.

Selain ongkosnya lebih rendah, jalur laut memungkinkan kamu mengimpor dalam bentuk kontainer penuh (Full Container Load) atau setengah kontainer (Less than Container Load).

Namun, pastikan kamu bekerja dengan freight forwarder berpengalaman yang bisa membantu pengurusan dokumen dan bea cukai.

Kapan Lebih Baik Gunakan Jalur Udara?

Untuk produk ringan, bernilai tinggi, atau butuh cepat (misalnya gadget, aksesoris, atau bahan produksi mendesak), jalur udara lebih efisien.

Meskipun biaya lebih tinggi, waktu pengiriman yang cepat bisa menekan risiko stok kosong dan menjaga kelancaran bisnis.

Tips Negosiasi Harga dan Kurs agar Lebih Untung

Selain menekan ongkir, kamu juga bisa menghemat banyak lewat strategi negosiasi dan pengelolaan kurs mata uang.

Negosiasikan Harga di Awal

Sebelum memesan barang, tanyakan apakah ada potongan harga untuk pembelian berulang atau kuantitas besar. 

Banyak supplier China yang fleksibel terhadap pelanggan loyal. Kamu juga bisa minta free sample atau diskon ongkir untuk order pertama.

Perhatikan Kurs Saat Transfer

Banyak pelaku impor rugi karena tidak memperhatikan kurs saat mengirim uang ke supplier.

Bank konvensional biasanya mengenakan spread rate (selisih antara kurs beli dan jual) serta biaya tambahan dari bank perantara, sehingga nominal yang diterima supplier lebih kecil.

Gunakan layanan transfer internasional dengan kurs real-time dan transparan agar kamu tahu pasti berapa nilai yang diterima penerima dalam mata uang yuan (CNY).

Baca Juga: Bayar Supplier ke China, Kok Biayanya Jadi Lebih Besar?

Tekan Biaya Transfer ke Supplier dengan Flip Globe

Selain menekan biaya pengiriman, kamu juga bisa berhemat dari sisi pembayaran supplier.
Layanan seperti Flip Globe hadir untuk membantu pelaku bisnis Indonesia melakukan pembayaran internasional dengan biaya rendah dan kurs transparan.

Keunggulan Flip Globe untuk Pembayaran Supplier China:

  1. Kurs real-time dan kompetitif, mengikuti pasar global tanpa markup tersembunyi.
  2. Biaya transfer rendah, jauh lebih hemat dibanding bank konvensional yang mengenakan biaya SWIFT dan correspondent fee.
  3. Proses cepat dan bisa dipantau langsung dari aplikasi Flip.
  4. Legal dan aman, Flip Globe terdaftar serta diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Dengan Flip Globe, kamu bisa kirim uang ke lebih dari 50 negara termasuk China dengan proses mudah dan hasil yang bisa dilacak secara transparan.

Selain itu, sistem Flip Globe menampilkan estimasi nominal yang diterima penerima di awal transaksi, sehingga kamu bisa mengatur anggaran bisnis lebih akurat tanpa khawatir selisih kurs.

Dengan memilih jalur pengiriman yang tepat, melakukan negosiasi harga, dan menggunakan Flip Globe untuk transfer antarnegara, kamu bisa menekan pengeluaran dan menjaga keuntungan tetap maksimal.

Jadi, kalau kamu berencana mulai impor dari China tahun ini, pastikan kamu sudah menyiapkan strategi dan solusi keuangan terbaik lewat Flip Globe.

Share

Others

Categories

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Flip Head Office

Arkadia Green Office Park, Tower F 3rd Floor, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, South Jakarta, 12520.

Flip Call Center: 021-30002424

Company

About FlipCareersPartnershipUser Story

Directorate General of Consumer Protection and Trade Order, Ministry of Trade of Indonesia

WhatsApp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia