
Flip Globe | 27 Oktober 2025
Oleh : Anonim
Kalau kamu punya bisnis yang ambil barang dari luar negeri, terutama dari China, kamu pasti tahu betapa menggiurkannya harga grosir di sana. Banyak produk dijual jauh lebih murah dibanding di Indonesia, mulai dari elektronik, perlengkapan rumah, sampai fashion.
Tapi sering kali, harga murah itu berubah jadi mahal setelah barang sampai di pelabuhan. Kenapa? Karena banyak orang lupa menghitung biaya impor secara menyeluruh.
Selain harga barang dan ongkos kirim, kamu juga harus memperhitungkan bea masuk, pajak, dan berbagai biaya tambahan lainnya.
Nah, supaya kamu nggak salah perhitungan dan bisa menentukan harga jual dengan benar, yuk pelajari satu per satu komponen biaya impor serta cara menghitungnya dengan mudah.
Saat kamu impor barang, biaya yang kamu keluarkan nggak cuma harga produk di invoice. Ada beberapa komponen lain yang wajib kamu tahu agar perhitungan lebih akurat.
Ini harga yang tercantum di invoice dari supplier kamu di luar negeri. Nilainya bisa berbeda tergantung jenis pengiriman (misalnya FOB, CIF, atau DDP). Pastikan harga ini sudah disepakati dengan supplier sebelum pengiriman dilakukan.
Ongkos kirim tergantung metode pengiriman, lewat laut biasanya lebih murah tapi butuh waktu lebih lama, sementara pengiriman udara lebih cepat tapi biayanya bisa dua kali lipat.
Asuransi penting untuk melindungi barang kamu selama perjalanan. Kalau terjadi kerusakan atau kehilangan, kamu bisa klaim ganti rugi. Biasanya nilainya sekitar 0,5–1% dari harga barang.
Ini termasuk biaya penanganan di pelabuhan, biaya forwarder, dan administrasi Bea Cukai. Besarnya bisa bervariasi tergantung jasa logistik yang kamu pakai.
Semua komponen di atas nantinya akan dihitung untuk menentukan nilai dasar yang disebut CIF (Cost, Insurance, and Freight), total harga barang, ongkir, dan asuransi. Nilai CIF inilah yang menjadi dasar perhitungan bea masuk dan pajak impor.
Baca Juga: Step-by-Step Cara Memulai Bisnis Barang Impor di Indonesia: Potensi Cuan Banget!
Setelah tahu nilai CIF, langkah berikutnya adalah menghitung bea masuk dan pajak yang dikenakan oleh pemerintah Indonesia.
Setiap barang impor dikenakan tarif bea masuk berbeda-beda, tergantung klasifikasi produk dalam sistem HS Code (Harmonized System). Kamu bisa mengecek tarif resmi di situs Indonesia National Trade Repository (INTR) atau tanya langsung ke jasa forwarder.
Selain bea masuk, kamu juga harus bayar pajak dalam rangka impor (PDRI) yang terdiri dari beberapa jenis pajak berikut:
Jadi, total biaya impor kamu bisa dihitung dari gabungan bea masuk + PPN + PPh + PPnBM.
Baca Juga: Klasifikasi Barang Impor dari Malaysia yang Masuk ke Indonesia
Sekarang kita masuk ke bagian penting: gimana cara menghitung total biaya impor barang dari luar negeri. Rumus sederhananya adalah:
Total Biaya Impor = (CIF × Tarif Bea Masuk) + (CIF + Bea Masuk) × (PPN + PPh + PPnBM)
Agar lebih jelas, yuk kita pakai contoh nyata. Misalnya, kamu mengimpor produk elektronik kecil dari China dengan detail seperti ini:
Nah, berikut langkah menghitung semua biaya yang dibutuhkan dalam proses impor:
Jadi, untuk barang seharga USD 500, kamu harus siapkan sekitar Rp11,8 juta agar bisa keluar dari pelabuhan dengan semua biaya legal terbayar.
Baca Juga: Impor Singapura: Tarif dan Aturan yang Berlaku Saat Ini
Sekarang kamu sudah tahu cara menghitung total biaya impor. Supaya anggaran kamu nggak membengkak, berikut beberapa tips praktis yang bisa membantu:
Pakai Flip Globe, Supaya Bisa Bayar Barang Impor Lebih Murah
Selain memahami cara menghitung biaya impor, satu hal lain yang sering bikin total biaya membengkak adalah cara kamu membayar supplier di luar negeri.
Banyak importir masih menggunakan transfer bank konvensional yang biayanya tinggi dan kursnya kurang bersahabat.
Setiap kali transfer, bisa ada potongan dari bank pengirim, bank koresponden, hingga bank penerima di China. Nilainya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per transaksi.
Nah, kalau kamu ingin transaksi yang lebih efisien, Flip Globe bisa jadi solusi terbaik.
Misalnya kamu ingin bayar supplier sebesar USD 1.000, dengan Flip Globe kamu bisa tahu langsung nilai tukarnya dan total rupiah yang harus dibayar. Nggak ada kejutan tambahan saat dana sampai ke penerima.
Jadi, untuk urusan pembayaran ke supplier luar negeri, Flip Globe bisa bantu kamu berhemat. Dengan kurs real-time, biaya rendah, dan tanpa potongan tersembunyi, kamu bisa fokus ke bisnis tanpa khawatir uang berkurang di tengah jalan.
Bagikan
